Tuesday Jul 29

bappeda


 jatim


 depkes

Adiksi dan Pecandu Narkotika

Adiksi dan Pecandu Narkotika

Oleh : Mohammad Irsad, S.Psi.,M.Psi.,Psikolog

Apakah yang di maksud dengan adiksi? banyak orang yang belum mengerti secara benar apakah yang dimaksud dengan adiksi, dan bagaimana proses adiksi itu sehingga seseorang menjadi kecanduan. Adiksi adalah kecanduan, dua kata tersebut tidak ada bedanya tetapi persoalannya tidak sekedar memberi label bahwa seseorang mengalami kecanduan saja, tetapi ada beberapa rentetan kejadian sehingga seseorang dari awalnya hanya coba-coba saja lambat laun akan menjadi pecandu dengan berbagai persoalannya yang kompleks. Kecanduan bukanlah sesuatu hal yang mudah untuk dijelaskan dan kadang sulit dimengerti oleh masyarakat luas karena kecanduan menyangkut masalah kesehatan, etik moral, psikosoial, dan hukum.

Sekarang kita akan membahas siapakah pecandu itu?. Persepsi kebanyakan orang yang ada di masyarakat pecandu narkoba adalah seseorang yang berambut gondrong , bertato , berpakian seenaknya, memakai anting, berperangai kasar, dan tidak bermoral, ternyata pandangan tersebut tidaklah selalu benar. Pecandu dengan berbagai kecanduannya seperti narkotika, alkohol, psikotropika dan zat adiktif lainnya ada di sekitar kita, tidak mengenal batasan umur dan juga tidak mengenal status sosial. Bisa saja ia adalah seorang siswa SMP yang memakai heroin atau putaw, bisa juga seorang mahasiswa yang suka menghisap ganja, seorang ibu rumah tangga yang suka pergi ke disko dan berpesta pil ekstasi, seorang eksekutif muda yang suka mengkonsumsi shabu, di sisi lain bisa juga seorang pengangguran suka minum pil koplo atau siapa saja yang suka mabuk-mabukan dengan minum minuman beralkohol .

Pertanyaan yang sering muncul adalah “ Kok sampai kecanduan Narkoba…?, Bukankankah seseorang itu bisa mengendalikan perilaku untuk mengkonsumsi sesuatu..? “ Ternyata untuk narkoba tidak semudah orang ingin melepaskan diri dari kebiasaan makan atau minum tertentu, karena begitu sulitnya seseorang melepaskan diri dari kecanduan narkoba. Ada semboyan ”katakan tidak untuk narkoba, jangan sekali kali mencoba narkoba, jangan mendekati narkoba” semboyan tersebut mengingatkan seseorang bagaimana bahayanya narkoba dan berbagai masalah yang menghantuinya.

Pecandu Narkotika

Pecandu adalah seseorang yang hidupnya dikendalikan oleh drugs dan alkohol. Seorang pecandu akan melakukan apa saja untuk mendapatkan drugs yang menjadi kebutuhannya. Ada beberapa tingkatan sebelum seseorang benar – benar masuk kedalam satu tahap yang di sebut kecanduan, yaitu :

Pengguna ( user )

Di dalam tingkatan ini seseorang hanya merasakan perasaan senang saja pada saat sedang menggunkan drugs. Dan mereka yang berada di tingkatan ini tidak ada masalah terhadap pemakaiannya. Jadi mereka dapat memakai kapan saja dan berhenti kapan saja. Di dalam tingkatan ini terdapat 3 kategori pemakaian    :

  1. Coba – coba  : seseorang mulai untuk mencoba atau menggunakan drugs untuk memuaskan rasa ingin tahunya saja. Dalam kategori ini pengguna bisa saja langsung memutuskan untuk tidak memakai lagi.
  2. Penggunaan di acara khusus : Seseorang menggunakan drugs dan alkohol hanya pada acara – acara khusus saja. Seperti ; pesta, konser musik, pergi saat malam minggu, dan sebagainya.
  3. Penjelajah : Seseorang memakai dan mencoba jenis obat yang berlainan, karena sudah terlanjur menggunakan jenis obat dan minuman tetapi dia tetap saja mengkonsumsi zat dan obat lainnya.

Penyalahguna ( Abuser )

Di dalam tingkatan ini seseorang sudah mencari satu alasan untuk membenarkan pemakaiannya dan menyalahgunakan drugs untuk tujuan tertentu. Seperti ;

  1. Menghilangkan perasaan hati yang tidak menyenangkan ( Sedih , kesal , takut , tidak percaya diri dan sebagainya ) atau dengan kata lain orang tersebut lari dari perasaan tersebut dan selalu ingin mencari kesenangan , bahkan saat perasaannya sedang senang orang tersebut selalu mencari perasaan yang lebih senang ( Tidak merasa cukup ).
  2. Memunculkan kreativitas, ketika hendak menciptakan sebuah karya.
  3. Membuat semangat, ketika beban pekerja dinilai terlalu berat.
  4. Menambah gairah seks karena merasa sudah loyo

Kecanduan ( Addiction )

Setelah melewati dua tingkatan di atas barulah seseorang sampai pada satu tingkatan yang di sebut kecanduan. Pada tingkatan ini seseorang sudah mulai menggunakan drugs secara terus menerus dengan dosis pemakaian yang selalu meningkat. Pada saat seseorang berada pada tingkatan ini yang ada hanyalah masalah, masalah dan masalah… seperti mulai berbohong, manipulatif, sering tidak masuk kerja, mencuri barang barang di lingkungan keluarga, teman dan tetangga, bahkan untuk memenuhi kebutuhan napza yang semakin meningkat maka pecandu akan melakukan tindakan kriminal.   Sering dijumpai seorang pecandu mencoba untuk mengontrol dan mengatur dosis pemakiannya atau bahkan untuk berhenti, namun hal tersebut selalu gagal. Hal ini di sebabkan karena sifat penyangkalan ( denial ) yang terlalu tinggi. Didalam tingkatan ini seorang pecandu sama sekali tidak mempunyai pilihan, pada awalnya pilihan tersebut adalah sakau (sakit) atau pakau (pakai zat). Tetapi dengan sejalannya waktu maka pilihan tersebut tidak ada lagi, yang ada hanyalah sakau dan sakau ”sakit jika tidak pakai zat”. Secara mental seorang pecandu menjadi sangat terobsesi terhadap drugs dan dosis pemakaiannya, dalam pikirannya hanyalah drugs, drugs, dan drugs. Sedangkan secara emosional ia menjadi sangat kompulsif terhadap drugs.

Mencegah lebih baik dari pada mengobati, tetapi persoalan Napza merupakan ancaman laten kapan saja, di mana saja, dengan siapa saja.. Instalasi Napza Rumah Sakit Jiwa Menur akan membantu masyarakat dalam upaya Pencegahan, Pengobatan dan Rehabilitasi, Serta Rumatan bagi pengguna Napza Suntik. Bagi masyarakat yang membutuhkan akan dilayani di Instalasi Napza :

  1. Rawat jalan : Poliklinik Napza, Poliklinik Rumatan Metadon, Poliklinik Rumatan Buprenorphin
  2. Rawat Inap : Unit Terapi dan Rehabilitasi

 

 

Bersambung ................

Adiksi sebagai gejala dari penyakit